Featured Post

Mengajak Kepada Kebaikan

Image
Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallam bersabda: . من دَلَّ على خيرٍ فله مثلُ أجرِ فاعلِه . “Barangsiapa yang menunjuki kepada kebaikan maka dia akan mendapatkan pahala seperti pahala orang yang mengerjakannya” (HR. Muslim no. 1893). . Fawaid hadits: . • Keutamaan dakwah di jalan Allah dan menunjukkan kebaikan kepada orang lain, baik kebaikan dunia atau akhirat • Orang yang menunjukkan kebaikan maka akan mendapatkan pahala karena telah menunjukkan kebaikan serta pahala orang yang mengikutinya. • Amal yang bisa dirasakan oleh orang lain lebih besar manfaatnya dibandingkan amal yang manfaatnya terbatas untuk diri sendiri. • Hadits ini mencakup orang yang menunjukkan kebaikan kepada orang lain dengan perbuatannya, meskipun tidak dengan lisannya. Seperti orang yang menyebarkan buku-buku yang bermanfaat, berakhlak mulia dan berpegang teguh dengan syariat Islam agar manusia juga bisa meneladaninya. • Keutamaan mengajarkan ilmu dan besarnya pahala seorang pengajar yang mengharapkan pahala di ...

Waspada Islam KTP Dan Munafik • Aulia Izzatunisa

Diantara kesalahan fatal seorang muslim ialah apabila ia MERASA AMAN dengan keislamannya... Merasa kalau sudah beridentitas 'Islam', maka berarti akan terus menjadi muslim sampai mati (tanpa peduli dengan AMALANnya)...

Tidakkah ia tahu bahwa MUNAAFIQ pun adalah orang yang MENGAKU-NGAKU muslim, sementara MENYEMBUNYIKAN KEKUFURAN di dalam HATInya!? Yang mana disisi Allah, TIDAK DIANGGAP sebagai Muslim?!

Adakah ia lupa bahwa seorang muslim pun BISA BATAL KEISLAMANnya dikarenakan UCAPAN atau PERBUATAN, sehingga TIDAK LAGI dianggap sebagai seorang muslim karenanya!?

Bahkan bukankah dalam al-Qur'an, setelah Allah menyebutkan keutamaan Nabi-Nabinya, maka Dia berfirman: وَلَوْ أَشْرَكُوا لَحَبِطَ عَنْهُمْ مَا كَانُوا يَعْمَلُونَ [[Sekiranya mereka (para nabi dan Rasul tersebut) mempersekutukan/mengkufuri Allah, pasti lenyaplah amalan yang telah mereka kerjakan... (Al-An'am: 88)]]

Maka siapakah selain dari mereka yang merasa aman dari kesyirikan dan kekufuran setelah ini!?! Selama kita khawatir jatuh pada kekufuran, maka selama itu kita akan menjaga diri kita... Adapun jika merasa aman, maka khawatirnya, hal ini akan menjatuhkan kita ke dalamnya, sedangkan kita tidak menyadari...

Berkata al-Hasan al-Bashriy: مَا خَافَهُ إِلَّا مُؤْمِنٌ وَلَا أَمِنَهُ إِلَّا مُنَافِقٌ [[“Tidak ada yang khawatir akan kemunafikan melainkan seorang mukmin, dan tidak ada yang merasa aman darinya melainkan seorang munafik.”]]

Berkata Imam ibnu Hajar: فَمَنْ أَصَرَّ عَلَى نِفَاق الْمَعْصِيَة خُشِيَ عَلَيْهِ أَنْ يُفْضِي بِهِ إِلَى نِفَاق الْكُفْر [["Siapa yang terus menerus mengerjakan nifak maksiat; maka dikhawatirkan hal itu akan menggiringnya kepada nifak kufur." (Fath al-Baari: 1/138, kutipan)]]

Maka jangan sampai kita wafat, sedangkan kita telah MEMBATALKAN KEISLAMAN kita, sedangkan kita tidak menyadari, na'uudzubillaah.

Karena siapa yang wafat dalam keadaan demikian, maka merekalah yang dimaksud dengan apa yang difirmankanNya: وَقَدِمْنَا إِلَىٰ مَا عَمِلُوا مِنْ عَمَلٍ فَجَعَلْنَاهُ هَبَاءً مَنْثُورًا [[Dan Kami akan perlihatkan segala amal yang mereka kerjakan, lalu Kami akan jadikan amal itu (bagaikan) debu yang beterbangan. (al-Furqan: 23)]], na'uudzubillaah

Semoga Allah menjauhkan kita sejauh-jauhnya dari kesyirikan dan kekufuran; serta memberi petunjuk keislaman dan keimanan pada kita semua, serta menetapkan kita diatasnya hingga wafat kita..

Allahumma Aamiin..

Comments

Visitor

Online

Related Post