Posts

Showing posts with the label bercanda

Featured Post

Mengajak Kepada Kebaikan

Image
Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallam bersabda: . من دَلَّ على خيرٍ فله مثلُ أجرِ فاعلِه . “Barangsiapa yang menunjuki kepada kebaikan maka dia akan mendapatkan pahala seperti pahala orang yang mengerjakannya” (HR. Muslim no. 1893). . Fawaid hadits: . • Keutamaan dakwah di jalan Allah dan menunjukkan kebaikan kepada orang lain, baik kebaikan dunia atau akhirat • Orang yang menunjukkan kebaikan maka akan mendapatkan pahala karena telah menunjukkan kebaikan serta pahala orang yang mengikutinya. • Amal yang bisa dirasakan oleh orang lain lebih besar manfaatnya dibandingkan amal yang manfaatnya terbatas untuk diri sendiri. • Hadits ini mencakup orang yang menunjukkan kebaikan kepada orang lain dengan perbuatannya, meskipun tidak dengan lisannya. Seperti orang yang menyebarkan buku-buku yang bermanfaat, berakhlak mulia dan berpegang teguh dengan syariat Islam agar manusia juga bisa meneladaninya. • Keutamaan mengajarkan ilmu dan besarnya pahala seorang pengajar yang mengharapkan pahala di ...

Bercanda Kok Pakai Dusta, Bagaimana Hukumnya?

Image
Dalam Al Mawsu’ah Al Fiqhiyyah (34: 208) disebutkan, “Berdusta saat bercanda tetap haram sebagaimana berdusta dalam keadaan lainnya. Ada sebuah hadits menyebutkan, “Seseorang tidak dikatakan beriman seluruhnya sampai ia meninggalkan dusta saat bercanda dan ia meninggalkan debat walau itu benar.” (HR. Ahmad 2: 352. Syaikh Syu’aib Al Arnauth mengatakan bahwa sanad hadits ini dhaif). - Dari Ibnu ‘Umar radhiyallahu ‘anhuma, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Aku juga bercanda namun aku tetap berkata yang benar.” (HR. Thobroni dalam Al Kabir 12: 391. Syaikh Al Albani mengatakan bahwa hadits tersebut shahih dalam Shahih Al Jaami’ no. 2494).” - Boleh saja membuat candaan namun sekadar garam yang dibutuhkan pada makanan. Terlalu berlebih dalam bercanda jadi tidak enak, malah keasinan. “Janganlah banyak tertawa karena banyak tertawa dapat mematikan hati.” (Shahih Al Jami’ no. 7435, dari Abu Hurairah). - Semoga bermanfaat 🙂

Ketika Aisyah Dan Fatimah Saling Bercanda

Image
Telah menjadi tradisi Rasulullah apabila memiliki suatu acara makan-makan, beliau akan menyisihkan makanan itu untuk tetangga, kerabat, dan para sahabat. Tak terkecuali beliau menyisihkan pula untuk sahabat-sahabat mendiang istri pertamanya, Khadijah. "Aisyah," seru beliau kepada istri termuda dan tercantiknya, "sisihkan beberapa potong daging untuk sahabat-sahabat Khadijah." Mendengar nama Khadijah disebut oleh Rasulullah, sontak Aisyah bersungut-sungut. Jengkel.  Jeuleus  binti cemburu. Sangat manusiawi, bukan? Kalau tidak percaya bahwa cemburu seperti itu sangat manusiawi, bergurulah kepada Suhu Tanduk, konsultan Asosiasi Suami Sayang EMpat Istri (ASSEMI). Begitu pula yang dirasakan Aisyah saat itu. Cemburu tingkat tinggi terhadap Khadijah karena namanya selalu disebut oleh Rasulullah. "Apakah Kanda tidak bisa menerima dan mencintai saya sebagai ganti dari Khadijah? Apakah aku tidak lebih istimewa dari Khadijah sampai-sampai namanya selalu Kanda sebut di dep...

Visitor

Online

Related Post